Senin, 28 Februari 2011

5 kekuatan keuntungan bagi industri

Nama : Baskoro Adhi Nugroho
Kelas : 1ID03
NPM : 31410334


Hambatan masuk dikatakan kuat, apabila :
1. Skala ekonomi luas. Skala ekonomis mengarah pada upaya penurunan biaya per unit produk. Skala ekonomi menghalangi pendatang baru karena faktor ini memaksa pesaing untuk memilih industri dengan skala besar (yang umumnya beresiko tinggi dan berbiaya tinggi) atau harus menerima ketidak-unggulan biaya (profitabilitas yang lebih rendah).
2. Diferensiasi produk besar. Differensiasi produk artinya perusahaan yang mapan memiliki identifikasi merek dan loyalitas cutomer yang berakar pada periklanan, pelayanan pelanggan, perbedaan produk dimasa yang lampau. Diferrensiasi menciptakan hambatan masuk dengan memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya yang besar untuk mengatasi loyalitas pelanggan yang ada.
3. Kebutuhan modal besar. Kebutuhan untuk menanamkan sumberdaya keuangan yang besar agar dapat bersaing menciptakan hambatan masuk.
4. Akses ke saluran distribusi yang luas. Hambatan masuk dapat ditimbulkan dengan adanya kebutuhan dari pendatang baru untuk mengamankan distribusi produknya. Bilamana saluran distribusi untuk produk tersebut telah ditangani oleh perusahaan yang telah mapan, perusahaan baru harus membujuk saluran tersebut agar menerima produknya melalui cara-cara seperti penurunan harga dan diskon.
5. Biaya beralih pemasok besar. Hambatan masuk tercipta dengan adanya biaya beralih pemasok, semakin tinggi biaya beralih pelanggan, semakin tinggi hambatan masuk bagi pendatang baru
6. Dilindungi oleh peraturan pemerintah. Kebijakan pemerintah dapat membatasi pendatang baru dengan peraturan perijinan, peraturan periklanan, dan sebagainya
· Kekuatan dari pemasok
Pemasok menyediakan dan menawarkan input yang diperlukan untuk memproduksi barang atau menyediakan jasa oleh industri atau perusahaan. Organisasi di dalam suatu industri bersaing antar satu dengan lainnya untuk mendapatkan input seperti bahan baku dan modal. Apabila pemasok mampu mengendalikan perusahaan dalam hal penyediaan input, sedang industri tidak mempunyai kemapuan untuk mengendalikan pemasok maka posisi tawar industri menjadi lemah dan sebaliknya psosisi tawar pemasok menjadi kuat. Kekuatan tawar menawar pemasok tinggi apabila :
1. Jumlah pemasok utama. Pemasok didominasi oleh beberapa perusahaan dan lebih terkonsentrasi dibandingkan industri dimana para pemasok menjual produknya
2. Ketersediaan substitusi. Pemasok tidak menghadapi produk pengganti lain untuk dijual kepada industri
3. Produk kelompok pemasok terdiferensiasi atau pemasok telah penciptaan switching cost.
4. Ancaman integrasi dari pemasok. Kelompok pemasok memperlihatkan ancaman yang meyakinkan untuk melakukan forward integration
5. Biaya beralih pemasok. Biaya peralihan yang harus dikeluarkan cukup tinggi apabila berganti pemasok
· Kekuatan dari pembeli
Pembeli atau pelanggan di sini terdiri dari pelanggan individu dan pelanggan organisasi. Dalam industri pertambangan tidak terdapat perantara antara industri dengan pemakai atau konsumen akhir. Pelanggan mempunyai posisi tawar yang kuat apabila :
1. Jumlah konsumen sedikit. Semakin sedikit jumlah konsumen berarti semakin sulit bagi penjual untuk memperoleh alternatif pembeli jika pembeli beralih. Kondisi ini membuat penjual bersedia memberikan hadiah atau kelonggaran dalam bentuk lain kepada pembeli.
2. Daya beli konsumen rendah. Semakin rendah daya beli konsumen berarti semakin sulit bagi penjual untuk memperoleh konsumen karena kemampuan kemampuan konsumen sangat terbatas.
3. Biaya berganti merek rendah. Jika biaya yang harus dikeluarkan pembeli untuk beralih pada brand pesaing atau produk substitusi adalah rendah, maka kekuatan kompetitif pembeli cukup kuat.
4. Loyalitas konsumen rendah. Semakin tinggi tingkat loyalitas konsumen, semakin kuat posisi tawar-menawar mereka.
5. Informasi yang dimiliki lengkap. Jika pembeli memiliki informasi yang baik tentang produk penjual, harga dan biayanya. Semakin baik informasi yang dimiliki pembeli, semakin kuat posisi tawar-menawar mereka.
· Substitusi dan Komplemen
Produk pengganti dapat memberikan pilihan bagi pelanggan dan akan mengurangi keuntungan perusahaan. Tersedianya produk substitusi di pasar membuat pembeli membandingkan kualitas, performa dan harga produk dengan produk substitusinya. Tekanan dari tiga faktor adalah :
1. Harga dari produk substitusi cukup atraktif bagi pembeli
2. Apakah produk substitusi memiliki kualitas , performance, dan atribut lain yang dapat memuaskan pembeli.
3. Tingkat kemudahan pembeli untuik beralih kepada produk substitusi
Produk substitusi yang tersedia di pasar dengan harga atraktif menciptakan tekanan persaingan dengan adanya plafon harga bagi perusahaan pemain dalam industri sehingga mereka harus memberikan insentif agar pembeli tidak beralih pada produk substitusi
· Industri Pesaing
Analisis pesaing memungkinkan suatu organisasi menilai apakah organisasi tersebut dapat bersaing dengan sukses di dalam suatu pasar yang memberikan peluang-peluang keuntungan. Persaingan antara pemain industri dikatakan kuat, apabila :
1. Jumlah pesaingnya bertambah, serta ukuran perusahaan pesaing dan kapabilitasnya menjadi relatif sama.
2. Jika permintaan pasar bertumbuh lambat.
3. Jika kondisi industri membuat pesaing menggunakan strategi pemotongan harga atau senjata kompetitif lain untuk meningkatkan unit volume penjualan secara signifikan.
4. Jika salah satu atau lebih pesaing tidak puas dengan posisinya di pasar dan meluncurkan tindakan untuk memperkuat posisinya dengan memanfaatkan expense dari pesaing-pesaingnya
5. Jika biaya beralih customer kepada brand lain rendah
6. Persaingan meningkat dalam proporsi sampai ukuran pembalasan kesuksesan dari manuver strategis suatu perusahaan
7. Jika biaya untuk keluar dari industri lebih tinggi daripada biaya untuk tetap berada dalam industri dan bersaing
8. Jika pesaing semakin beragam dalam visi, sumber daya dan asal negara
9. Jika perusahaan kuat dari luar negeri mengakuisisi perusahaan lemah dalam negeri dan meluncurkan tindakan agresif dengan dana yang sangat mencukupi untuk merubah perusahaan yang baru di akuisisinya menjadi pemain besar di pasar.
Analisis di atas ditujukan untuk mengetahui intensitas persaingan dalam kemampulabaan dalam industri, serta mengetahui kekuatan yang paling berpengaruh dalam perumusan strategi suatu industri (Porter, 1998). Kekuatan masing-masing dari lima kekuatan bersaing tersebut merupakan fungsi struktur industri, sedangkan kekuatan kolektif kelima kekuatan bersaing tersebut menentukan kemampuan industri secara progresif dalam mencapai keuntungan yang diharapkan.

Contoh Masalah Dari 5 Kekuatan
· Entri (Memasuki Industri)
besarnya biaya investasi yang dibutuhkan, perijinan ,akses terhadap bahan mentah, akses terhadap saluran distribusi, ekuitas merek dan masih banyak lagi. Biasanya semakin tinggi hambatan masuk , semakin rendah ancaman yg masuk dari pendatang baru.
· Pendatang baru perusahaan Motor yaitu: YAMAHA, Suzuki, dll.

· Manajemen Strategi yang dilakukan:
Mempertahankan Loyalitas Konsumen dengan perbaikan pelayanan konsumen
Tetap menjadikan produk Motor yang tahan lama dan berdaya saing mengikuti
perkembangan zaman.
· Kekuatan dari pemasok
Biasanya sedikit jumlah pemasok, semakin penting produk yang dipasok, dan semakin kuat posisi tawarnya.
· Karena PT Motor HONDA Indonesia meruapakan perusahaan yang berpusat di Jepang, jadi pemasok untuk PT Motor HONDA Indonesia berasal dari mancanegara dan oleh karena itu diperlukan hubungan yang sangat baik untuk menjaga loyalitas supplier.

· Manajemen Strategi yang dilakukan:
PT Motor HONDA Indonesia sebaiknya tidak lamban dalam melunasi kewajibannya kepada pihak supplier agar hubungan yang terjalin antara kdua perusahaan akan tetap terus terjalin sehingga HONDA tidak kekurangan pasokan bahan baku dari supplier
· Kekuatan dari pembeli
bahwa semakin besar pembelian, semakin banyak pilihan yang tersedia bagi pembeli dan pada umumnya akan membuat posisi pembeli semakin kuat.
· Para pembeli produk HONDA berasal dari berbagai kalangan tetapi harga harga produk HONDA cenderung stabil di pasaran sehingga bisa dijangkau oleh kalangan menengah dan kalangan atas, namun kadang kala HONDA elektronik juga mengadakan program big sale bagi produk-produk yang sedikit cacat.

· Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Produk berkualitas dan memuaskan para konsumen.
- Memberikan kontribusi usaha atau Corporate Social Responsibility (CSR) melalui berbagai kegiatan dan donasi.
- Program pemberian beasiswa tanpa ikatan dinas apapun bagi mahasiswa-mahasiswi yang berprestasi di negeri ini untuk melanjutkan program studi pasca sarjana (S2) di universitas- universitas terkemuka di Jepang.
- Harga bersaing
- Pemberian Service Garansi yang memuaskan
- Pelayanan yang baik
- Promosi sesuai dengan mutu
- Motor yang tahan lama / awet
- Sponsor acara-acara musik terkemuka
· Industri Pesaing
Misalnya kalau semakin besar porsi biaya tetap dlm struktur biaya , maka semakin tinggi intensitas persaingan. Mengapa?? Karena setiap penjual memiliki tingkat break even point yang tinggi sehingga biasanya.. harus menjual produk dalam jumlah yang besar, dan bila perlu dilakukan banting harga agar bisa mencapai tingkat break even tersebut.
· YAMAHA, Suzuki,Kawasaki dll.

· Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Melakukan Inovasi Produk
- Harga yang lebih terjangkau tetapi mutu tetap
- Promosi ditingkatkan


· Substitusi dan Komplemen
seberapa banyak produk substitusi di pasar??. Ketersedian produk substitusi yg banyak akan membatasi keleluasaan pemain dalam industri untuk menentukan harga jual produk.
· PT Motor HONDA Indonesia merupakan HONDA yang paling terkemuka dengan sederet produknya yang inovatif. Substitusi dari produk Motor HONDA tentunya masih bersifat tradisional. Misalnya produk Motor substitusinya bahan bakar.
· Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Menjadikan manufaktur kelas dunia di bidang produk Motor.
- Menghasilkan produk dengan kualitas terbaik
- Menawarkan produk-produk yang akan memperkaya hidup mereka; produk-produk yang dibuat berdasarkan ide-ide segar dan inovatif.
- Terus berinovasi menciptakan produk-produk yang handal berguna dan hebat.
- Terus mengikuti perkembangan kemajuan Motor.


Referensi :
Porter, Michael E., 1998, Competitive Strategy: Techniques for analyzing Industries and competitor, The Free Press, New York.
Thompson Jr. Arthur A., Strickland III, A.J., Gamble, John E., 2007, Crafting and Executing Strategy : the quest for competitive Advantage concepts and cases. Mc Graw-Hill Company Inc., New York.

Rabu, 16 Februari 2011

Ekonomi Mikro dan Makro

Ilmu ekonomi muncul karena adanya tiga kenyataan berikut :
  • Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas.
  • Sumber daya tersedia secara terbatas.
  • Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam memenuhi kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas dan masing-masing sumber daya mempunyai alternatif penggunaan (opportunity cost).


Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro. :





1. Ekonomi Mikro

Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga.
Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.


PERANAN ASUMSI DALAM METODE ILMIAH 



Dalam membuat teori dalam ilmu sosial yang mempunyai banyak variabel yang saling mempengaruhi dibutuhkan sesuatu yang dapat menyederhanakan sifat-sifat perhubungan diantara variabel tersebut. Penyederhanaan itu dilakukan dengan membuat asumsi atau pemisalan-pemisalan biasa dikenal dengan nama ceteris paribus.
Asumsi diperlukan untuk menentukan batasan agar peristiwa yang diterangkan dalam teori akan terwujud. 


Ekonomi arus utama (mainstream economics) tidak berasumsi apriori bahwa pasar lebih disukai daripada bentuk organisasi sosial lainnya. Bahkan, banyak analisa telah dilakukan untuk membahas beragam kasus yang disebut "kegagalan pasar", yang mengarah pada alokasi sumber daya yang suboptimal, bila ditinjau dari sudut pandang tertentu (contoh sederhananya ialah jalan tol, yang menguntungkan semua orang untuk digunakan tetapi tidak langsung menguntungkan mereka untuk membiayainya). Dalam kasus ini, ekonom akan berusaha untuk mencari kebijakan yang akan menghindari kesia-siaan langsung di bawah kendali pemerintah, secara tidak langsung oleh regulasi yang membuat pengguna pasar untuk bertindak sesuai norma konsisten dengan kesejahteraan optimal, atau dengan membuat "pasar yang hilang" untuk memungkinkan perdagangan efisien dimana tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dipelajari di bidang tindakan kolektif. Harus dicatat juga bahwa "kesejahteraan optimal" biasanya memakai norma Pareto, dimana dalam aplikasi matematisnya efisiensi Kaldor-Hicks, tidak konsisten dnegan norma utilitarian dalam sisi normatif dari ekonomi yang mempelajari tindakan kolektif, disebut pilihan masyarakat/publik. Kegagalan pasar dalam ekonomi positif (ekonomi mikro) dibatasi dalam implikasi tanpa mencampurkan kepercayaan para ekonom dan teorinya.
Permintaan untuk berbagai komoditas oleh perorangan biasanya disebut sebagai hasil dari proses maksimalisasi kepuasan. Penafsiran dari hubungan antara harga dan kuantitas yang diminta dari barang yang diberi, memberi semua barang dan jasa yang lain, pilihan pengaturan seperti inilah yang akan memberikan kebahagiaan tertinggi bagi para konsumen.

MODEL OPERASI 


Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Dalam asumsi ini, ada empat kategori dimana keuntungan perusahaan akan dipertimbangkan:
  • Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas keluaran dikali dengan perbedaan antaraaverage total cost dan harga.
  • Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.
  • Jika harga adalah di antara average total cost dan average variable cost pada keluaran maksimalisasi keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi kerugian minimal. Perusahaan ini harusnya masih meneruskan produksi, karena kerugiannya akan makin membesar jika berhenti produksi. Dengan produksi terus menerus, perusahaan bisa menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya tetap, tetapi dengan menghentikan semuanya akan mengakibatkan kehilangan semua biaya tetapnya.
  • Jika harga dibawah average variable cost pada maksimalisasi keuntungan, perusahaan harus melakukan penghentian. Kerugian diminimalisir dengan tidak memproduksi sama sekali, karena produksi tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan untuk membiayai semua biaya tetap dan bagian dari biaya variabel. Dengan tidak berproduksi, kerugian perusahaan hanya pada biaya tetap. Dengan kehilangan biaya tetapnya, perusahaan menemui tantangan. Akan keluar dari pasar seutuhnya atau tetap bersaing dengan risiko kerugian menyeluruh.


KEGAGALAN PASAR


Dalam ekonomi mikro, istilah "kegagalan pasar" tidak berarti bahwa sebuah pasar tidak lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah pasar efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen. Ekonom normalnya memakai istilah ini pada situasi dimana inefisiensi sudah dramatis, atau ketika disugestikan bahwa institusi non pasar akan memberi hasil yang diinginkan. Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat pasar dipaksa untuk tidak melayani "kepentingan publik", sebuah pernyataan subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial.

Empat jenis utama penyebab kegagalan pasar adalah :

  • Monopoli atau dalam kasus lain dari penyalahgunaan dari kekuasaan pasar dimana "sebuah" pembeli atau penjual bisa memberi pengaruh signifikan pada harga atau keluaran. Penyalahgunaan kekuasaan pasar bisa dikurangi dengan menggunakan undang-undang anti-trust.
  • Eksternalitas, dimana terjadi dalam kasus dimana "pasar tidak dibawa kedalam akun dari akibat aktivitas ekonomi didalam orang luar/asing." Ada eksternalitas positif dan eksternalitas negatif. Eksternalitas positif terjadi dalam kasus seperti dimana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan kesehatan publik. Eksternalitas negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan menimbulkan polusi udara atau saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi dengan regulasi dari pemerintah, pajak, atau subsidi, atau dengan menggunakan hak properti untuk memaksa perusahaan atau perorangan untuk menerima akibat dari usaha ekonomi mereka pada taraf yang seharusnya.
  • Barang publik seperti pertahanan nasional dan kegiatan dalam kesehatan publik seperti pembasmian sarang nyamuk. Contohnya, jika membasmi sarang nyamuk diserahkan pada pasar pribadi, maka jauh lebih sedikit sarang yang mungkin akan dibasmi. Untuk menyediakan penawaran yang baik dari barang publik, negara biasanya menggunakan pajak-pajak yang mengharuskan semua penduduk untuk membayar pda barang publik tersebut (berkaitan dengan pengetahuan kurang dari eksternalitas positif pada pihak ketiga/kesejahteraan sosial).
  • Kasus dimana terdapat informasi asimetris atau ketidak pastian (informasi yang inefisien). Informasi asimetris terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi memiliki informasi yang lebih banyak dan baik dari pihak yang lain. Biasanya para penjua yang lebih tahu tentang produk tersebut daripada sang pembeli, tapi ini tidak selalu terjadi dalam kasus ini. Contohnya, para pelaku bisnis mobil bekas mungkin mengetahui dimana mobil tersebut telah digunakan sebagai mobil pengantar atau taksi, informasi yang tidak tersedia bagi pembeli. Contoh dimana pembeli memiliki informasi lebih baik dari penjual merupaka penjualan rumah atau vila, yang mensyaratkan kesaksian penghuni sebelumnya. Seorang broker real estate membeli rumah ini mungkin memiliki informasi lebih tentang rumah tersebut dibandingkan anggota keluarga yang ditinggalkan. Situasi ini dijelaskan pertamakali oleh Kenneth J. Arrow di artikel seminar tentang kesehatan tahun 1963 berjudul "ketidakpastian dan Kesejahteraan Ekonomi dari Kepedulian Kesehatan," di dalam American Economic ReviewGeorge Akerlof kemudian menggunakan istilah informasi asimetris pada karyanya ditahun 1970 The Market for Lemons. Akerlof menyadari bahwa , dalam pasar seperti itu, nilai rata-rata dari komoditas cenderung menurun, bahkan untuk kualitas yang sangat sempurna kebaikannya, karena para pembelinya tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah produk yang mereka beli akan menjadi sebuah "lemon" (produk yang menyesatkan).


PENERAPAN EKONOMI MIKRO


Ekonomi mikro yang diterapkan termasuk area besar belajar, banyak diantaranya menggambarkan metode dari yang lainnya. Regulasi dan organisasi industri mempelajari topik seperti masuk dan keluar dari firma, inovasi, aturan merek dagang. Hukum dan Ekonomimenerapkan prinsip ekonomi mikro ke pemilihan dan penguatan dari berkompetisi dengan rezim legal dan efisiensi relatifnya. Ekonomi Perburuhan mempelajari upah, kepegawaian, dan dinamika pasar buruh. Finansial publik (juga dikenal dengan ekonomi publik) mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial). Ekonomi kesehatan mempelajari organisasi dari sistem kesehatan, termasuk peran dari pegawai kesehatan dan program asuransi kesehatan. Politik ekonomi mempelajari peran dari institusi politik dalam menentukan keluarnya sebuah kebijakan.Ekonomi kependudukan, yang mempelajari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota, seperti gepeng, polusi air dan udara, kemacetan lalu-lintas, dan kemiskinan, digambarkan dalam geografi kependudukan dan sosiologi. Finansial Ekonomi mempelajari topik seperti struktur dari portofolio yang optimal, rasio dari pengembalian ke modal, analisa ekonometri dari keamanan pengembalian, dan kebiasaan finansial korporat. Bidang Sejarah ekonomi mempelajari evolusi dari ekonomi dan institusi ekonomi, menggunakan metode dan teknik dari bidang ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, psikologi dan ilmu politik.




2. Ekonomi Makro

Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.
Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :
  • Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
  • Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
  • Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.


Jumat, 11 Februari 2011

YUI - It's My Life (PV) (subbed)


YUI - It's My Life PV subbed download


49.2 MB | 640X480 | H.264 MP4 | 2012 KB/s

YUI - Your Heaven (PV) (subbed)


YUI your heaven pv subbed download


40 MB | 640X488 | H.264 MP4 | 1700 KB/s


YUI - It's My Life/Your Heaven


YUI It's My Life Your Heaven download

regular edition


limited edition


Track List:

01. It's My Life
02. Your Heaven
03. Rain [Acoustic Version]
04. It's My Life [Instrumental]

Kamis, 10 Februari 2011

Robert Mundell
Sketsa bioggrahical berikut ini diambil dari 13, 1999 pengumuman Oktober oleh Royal Swedish Academy of Sciences, bahwa Mr Mundell telah dianugerahi Hadiah Nobel dalam Ekonomi

         Robert A. Mundell lahir di Kanada pada tahun 1932. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di University of British Columbia dan University of Washington, ia mulai studi pascasarjana di London School of Economics. Mundell menerima gelar Ph.D. dari MIT pada tahun 1956 dengan tesis tentang pergerakan modal internasional. Setelah beberapa professorships diadakan, ia telah berafiliasi dengan Columbia University di New York sejak tahun 1974.

     Robert Mundell telah membentuk landasan bagi teori yang mendominasi pertimbangan kebijakan praktis kebijakan moneter dan fiskal dalam ekonomi terbuka. Karyanya tentang dinamika moneter dan bidang mata uang optimum telah mengilhami generasi peneliti. Meskipun sejak beberapa dekade, kontribusi Mundell's masih beredar dan merupakan inti dari pengajaran dalam makroekonomi internasional.
Penelitian Mundell telah memiliki sebuah dampak yang luas dan abadi karena menggabungkan formal - tetapi masih dapat diakses - analisis, interpretasi intuitif dan hasil dengan aplikasi kebijakan dengan segera. Di atas segalanya, Mundell memilih masalah dengan biasa - hampir kenabian - akurasi dalam hal memprediksi pembangunan masa depan pengaturan moneter internasional dan pasar modal. kontribusi Mundell's berfungsi sebagai pengingat yang luar biasa tentang pentingnya penelitian dasar. 

             Pengaruh Stabilisasi Kebijakan Dalam beberapa makalah yang diterbitkan di awal 1960-an - dicetak ulang dalam bukunya Ekonomi Internasional (1968) - Robert Mundell mengembangkan analisis kebijakan moneter dan fiskal, kebijakan stabilisasi yang disebut, dalam perekonomian terbuka.

            The Mundell-Fleming Model Sebuah artikel perintis (1963) alamat efek jangka pendek kebijakan moneter dan fiskal dalam ekonomi terbuka. Analisis ini sederhana, namun kesimpulan banyak, kuat dan jelas.Mundell memperkenalkan perdagangan luar negeri dan pergerakan modal ke yang disebut model IS-LM dari perekonomian tertutup, awalnya dikembangkan oleh pemenang 1972 ekonomi Sir John Hicks. Hal ini memungkinkan dia untuk menunjukkan bahwa dampak kebijakan stabilisasi bergantung pada tingkat mobilitas modal internasional. Secara khusus, ia menunjukkan pentingnya jauh dari rezim nilai tukar: di bawah nilai tukar mengambang, kebijakan moneter menjadi kuat dan kebijakan fiskal tak berdaya, sedangkan sebaliknya adalah benar di bawah nilai tukar tetap.

             Dalam kasus khusus menarik dengan mobilitas modal yang tinggi, tingkat suku bunga asing dan domestik bertepatan (mengingat bahwa nilai tukar diharapkan akan konstan). Di bawah nilai tukar tetap, bank sentral harus intervensi di pasar mata uang dalam rangka memenuhi permintaan publik untuk mata uang asing pada kurs ini. Akibatnya, bank sentral kehilangan kendali jumlah uang beredar, yang kemudian secara pasif menyesuaikan dengan permintaan uang (likuiditas domestik). Upaya untuk melaksanakan kebijakan moneter yang independen nasional dengan cara yang disebut operasi pasar terbuka yang sia-sia karena baik suku bunga maupun nilai tukar dapat dipengaruhi. Namun, peningkatan pengeluaran pemerintah, atau langkah-langkah kebijakan fiskal, dapat meningkatkan pendapatan nasional dan tingkat aktivitas domestik, sehingga melarikan diri dari hambatan suku bunga naik atau nilai tukar yang lebih kuat.

              Nilai tukar mengambang ditentukan oleh pasar sejak refrain bank sentral dari intervensi mata uang.Kebijakan fiskal sekarang menjadi tak berdaya. Berdasarkan kebijakan moneter tidak berubah, pengeluaran pemerintah meningkat menimbulkan permintaan yang lebih besar untuk uang dan kecenderungan terhadap suku bunga yang lebih tinggi. Modal masuk memperkuat nilai tukar ke titik di mana ekspor neto lebih rendah menghilangkan efek luas seluruh pengeluaran pemerintah yang lebih tinggi. Berdasarkan kurs mengambang, bagaimanapun, kebijakan moneter menjadi alat yang ampuh untuk mempengaruhi kegiatan ekonomi.Perluasan jumlah uang beredar cenderung untuk mempromosikan suku bunga yang lebih rendah, sehingga arus keluar modal dan nilai tukar lemah, yang pada gilirannya memperluas perekonomian melalui ekspor bersih meningkat.

               The Mundell-Fleming asli Model diragukan lagi memiliki keterbatasan. Misalnya, seperti dalam semua analisis makroekonomi pada waktu itu, itu membuat sangat disederhanakan asumsi tentang harapan di pasar keuangan dan mengasumsikan kekakuan harga dalam jangka pendek. Kekurangan ini telah diperbaiki oleh para peneliti kemudian, yang telah menunjukkan bahwa penyesuaian harga secara bertahap dan ekspektasi rasional dapat dimasukkan ke dalam analisis tanpa secara signifikan mengubah hasil.

               Dinamika Moneter Berbeda dengan rekan-rekannya selama periode ini, penelitian Mundell tidak berhenti pada analisis jangka pendek. dinamika Moneter merupakan tema kunci dalam beberapa artikel yang signifikan. Dia menekankan perbedaan kecepatan penyesuaian atas barang dan pasar aset (disebut prinsip klasifikasi pasar yang efektif). Kemudian, perbedaan tersebut disorot oleh mahasiswa sendiri dan orang lain untuk menunjukkan bagaimana nilai tukar sementara dapat "overshoot" di belakang gangguan tertentu.

                    Sebelumnya kontribusi Mundell's yaitu, teori kebijakan stabilisasi tidak hanya statis, tetapi  diasumsikan bahwa semua kebijakan ekonomi pada suatu negara adalah terkoordinasi dan berkumpul di satu tangan. Sebaliknya, Mundell menggunakan model dinamik sederhana untuk memeriksa bagaimana masing-masing dari dua instrumen, kebijakan moneter dan fiskal, harus diarahkan pada salah satu dari dua tujuan, keseimbangan eksternal dan internal, dalam rangka untuk membawa perekonomian lebih dekat dengan tujuan-tujuan dari waktu ke waktu. Ini menunjukkan bahwa masing-masing dua otoritas yang berbeda - pemerintah dan bank sentral - diberikan tanggung jawab untuk instrumen kebijakan stabilisasi sendiri.Kesimpulan Mundell adalah jelas: untuk mencegah ekonomi dari menjadi tidak stabil, hubungan harus sesuai dengan efisiensi relatif dari instrumen. Dalam modelnya, kebijakan moneter terkait dengan keseimbangan eksternal dan kebijakan fiskal untuk keseimbangan internal. Perhatian utama Mundell bukanlah desentralisasi itu sendiri. Tetapi dengan menjelaskan kondisi untuk desentralisasi, ia mengantisipasi gagasan yang, lama setelah itu, telah menjadi berlaku umum, yaitu, bahwa bank sentral harus diberikan tanggung jawab independen untuk stabilitas harga.
kontribusi Mundell tentang dinamika terbukti menjadi DAS untuk penelitian dalam makroekonomi internasional. Mereka memperkenalkan pendekatan yang dinamis bermakna, berdasarkan suatu pembedaan yang jelas antara variabel stock dan aliran, serta analisis interaksi mereka selama penyesuaian ekonomi untuk situasi jangka panjang yang stabil. pekerjaan Mundell juga memprakarsai pemulihan hubungan yang diperlukan antara analisis jangka pendek Keynesian dan analisis jangka panjang klasik. peneliti berikutnya telah memperluas temuan Mundell's. Model telah diperpanjang untuk memasukkan keputusan ke depan rumah tangga dan perusahaan, jenis tambahan aset keuangan dan penyesuaian yang dinamis kaya harga dan transaksi berjalan. Meskipun modifikasi ini, sebagian besar hasil Mundell's berdiri.

                 Analisis jangka pendek dan jangka panjang yang dilakukan oleh Mundell sampai pada kesimpulan dasar yang sama tentang kondisi untuk kebijakan moneter. Dengan (i) mobilitas modal bebas, kebijakan moneter dapat berorientasi baik (ii) eksternal obyektif - seperti nilai tukar - atau (iii) internal (domestik) tujuan - seperti tingkat harga - tetapi tidak baik di sama waktu. Trinitas ini tidak kompatibel telah menjadi jelas bagi para ekonom akademik; hari ini, wawasan ini juga dimiliki oleh mayoritas peserta dalam perdebatan praktis.

Kesimpulan :  

                     Mundell telah memberikan kontribusi lain untuk teori makroekonomi. Dia telah menunjukkan, misalnya, bahwa inflasi yang lebih tinggi dapat mendorong investor untuk menurunkan saldo kas mereka yang mendukung pembentukan modal meningkat nyata. Akibatnya, bahkan diharapkan inflasi mungkin memiliki dampak ekonomi yang nyata - yang kemudian dikenal sebagai efek Mundell-Tobin. Beliau juga telah membuat kontribusi yang langgeng untuk teori perdagangan internasional. Dia telah menjelaskan bagaimana mobilitas internasional tenaga kerja dan modal cenderung untuk menyamakan harga komoditas antar negara, bahkan jika perdagangan luar negeri dibatasi oleh hambatan perdagangan. Hal ini mungkin dianggap sebagai bayangan cermin dari hasil Heckscher-Ohlin-Samuelson terkenal bahwa perdagangan bebas barang cenderung untuk membawa Tentang Perimbangan penghargaan kepada tenaga kerja dan modal antar negara, bahkan jika pergerakan modal internasional dan migrasi terbatas. Hasil ini memberikan prediksi yang jelas: hambatan perdagangan merangsang mobilitas internasional tenaga kerja dan modal, sedangkan hambatan terhadap pergerakan migrasi dan modal merangsang perdagangan komoditas.



PUBLIKASI UTAMA :


Mundell, RA (1961), "A Theory Daerah Mata Uang optimum", Tinjauan Ekonomi Amerika 51: 657-665.

Mundell, RA (1963), "Modal Mobilitas dan Kebijakan Stabilisasi bawah Kurs Tetap dan Fleksibel", Canadian Journal of Economics 29: 475-485.

Mundell, RA (1968), Ekonomi Internasional (New York: MacMillan).